Sehari di Dusun Sagu
Melihat aktivitas memangkur sagu di hutan adalah menyaksikan tradisi yang semakin tersisih. Monopoli beras sebagai komoditi utama program ketahanan pangan membuat makanan pokok orang timur ini kian dilupakan. Di Asmat, Papua, potensi besar ini nyaris tidak dilirik sama sekali. Ia hanya dimanfaatkan secara tradisional oleh masyarakat yang masih menjalankan ajaran leluhur. Rabu, 22 Februari 2017. Pagi masih menyisakan dingin saat saya dan dua orang rekan tiba di dermaga Kampung Kaye, Distrik Agats, Asmat, Papua. Hari itu kami punya janji dengan Bapak Yanuarius Ombercem untuk berkunjung ke dusun sagu milik keluarganya. Dusun adalah sebutan Orang Asmat untuk wilayah hutan yang menjadi tempat mereka mengumpulkan bahan makanan. Selain tempat memangkur sagu, di sana mereka juga bisa mendapatkan hewan buruan, bahan bangunan, hingga obat-obatan alami. “ Su siap ka ?” Sapa pria yang akrab dipanggil Yance tersebut. “Iya to ! ” jawab kami serempak....