Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2021

Menjaga Mangrove untuk Masa Depan: Peran Pemuda Asmat dalam Menjaga Kelestarian Hutan Mangrove

Gambar
Seorang anggota KJH sedang mencatat hasil pemantauan hutan yang mereka lakukan. (Dokumentasi pribadi) Kasimirus Yakai (28 tahun) melangkah perlahan memasuki hutan kelola masyarakat adat Asmat di Kampung Yepem, Asmat, Papua. Hari itu, circa Maret 2020, ia memimpin Kelompok Jaga Hutan (KJH) Kampung Yepem mengadakan pemantauan hutan yang rutin mereka lakukan setiap tiga bulan sekali. Beberapa saat berjalan, Kasim, sapaan akrabnya, memberi aba-aba untuk berhenti. Di lokasi yang berlumpur dan berdiri banyak pohon bakau ( Rhizopora sp. ) yang menjulang tinggi itu mereka melakukan pengamatan. “Ini salah satu tempat masyarakat mencari makan,” terang Kasim sambil mengeluarkan lembar pengamatan hutan yang ia simpan di tasnya. Sekitar satu jam melakukan pengamatan di lokasi tersebut, KJH Kampung Yepem mencatat beberapa jejak hewan, diantaranya kasuari ( Casuarius  bennetti ) dan babi hutan ( Sus  scrofa domesticus ). Ada pula yang menemukan lubang kepiting bakau ( Scylla spp. ). Sedangka...

Mangrove dan Masyarakat Adat Asmat

Gambar
Secara turun-temurun masyarakat adat di nusantara hidup bersama dengan alam. Di banyak tempat di wilayah pesisir, masyarakat adat dan ekosistem mangrove hidup berdampingan dan saling menghidupi. Hal tersebut tergambar betul dalam pengalaman saya selama bekerja bersama masyarakat adat di Kabupaten Asmat, Papua. Manfaat yang diberikan oleh ekosistem mangrove dirasakan oleh masyarakat adat dalam aspek sosial, ekonomi, dan ekologis. Keadaan ini terwakili dengan baik lewat frasa “hutan mangrove adalah ibu bagi Orang Asmat.” Maksudnya adalah mangrove telah melakukan semua tindakan seperti yang dilakukan oleh seorang ibu kepada anaknya. Merawat, memberi makan, menjaga, melindungi, hingga menyokong kehidupan mereka. Semua hal tersebut dirasakan oleh masyarakat adat Asmat dalam interaksinya dengan ekosistem mangrove di pesisir selatan Papua. Menurut data Sebaran Mangrove Nasional yang dikeluarkan oleh One Map Policy, pada tahun 2019 luas hutan mangrove Kabupaten Asmat seluas 254.881 hektare...