Menjaga Mangrove untuk Masa Depan: Peran Pemuda Asmat dalam Menjaga Kelestarian Hutan Mangrove
Seorang anggota KJH sedang mencatat hasil pemantauan hutan yang mereka lakukan. (Dokumentasi pribadi) Kasimirus Yakai (28 tahun) melangkah perlahan memasuki hutan kelola masyarakat adat Asmat di Kampung Yepem, Asmat, Papua. Hari itu, circa Maret 2020, ia memimpin Kelompok Jaga Hutan (KJH) Kampung Yepem mengadakan pemantauan hutan yang rutin mereka lakukan setiap tiga bulan sekali. Beberapa saat berjalan, Kasim, sapaan akrabnya, memberi aba-aba untuk berhenti. Di lokasi yang berlumpur dan berdiri banyak pohon bakau ( Rhizopora sp. ) yang menjulang tinggi itu mereka melakukan pengamatan. “Ini salah satu tempat masyarakat mencari makan,” terang Kasim sambil mengeluarkan lembar pengamatan hutan yang ia simpan di tasnya. Sekitar satu jam melakukan pengamatan di lokasi tersebut, KJH Kampung Yepem mencatat beberapa jejak hewan, diantaranya kasuari ( Casuarius bennetti ) dan babi hutan ( Sus scrofa domesticus ). Ada pula yang menemukan lubang kepiting bakau ( Scylla spp. ). Sedangka...