Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2021

Menjaga Hutan dengan Memasak

Gambar
  Saat berkunjung ke Festival Lembah Baliem tahun 2017 lalu, secara tidak sengaja saya berkenalan dengan Martin Yesaya Himam dari Komunitas Papua Jungle Chef. Awalnya saya kira komunitas ini sekadar tenant food and bavarage biasa saja yang hadir di festival budaya terbesar di Papua tersebut. Tapi setelah mengobrol lebih jauh, ternyata mereka memiliki misi mulia di balik aktivitasnya. Papua Jungle Chef merupakan komunitas yang aktif mengangkat isu makanan lokal Papua. Mereka mengolah bahan organik yang diambil dari hutan menjadi makanan yang dapat diterima oleh masyarakat luas, terutama wisatawan. “Kami biasa sajikan kepada turis yang datang ke Wamena, baik itu turis lokal maupun manca negara,” kata Martin. Beberapa bahan lokal yang biasa diolah Papua Jungle Chef, menurut Martin, antara lain keladi, ubi jalar, dan singkong. Ketiganya merupakan makanan pokok masyarakat pegunungan tengah Papua. “Beberapa masakan yang biasa kami bikin itu stik keladi atau sup keladi. Ubi jalar bis...

Merayakan Buku di Masa Pandemi

Gambar
Pandemi Covid-19 betul-betul membuat semuanya menjadi serba ambyar. Kita dibuat harus menghadapi situasi yang tidak pernah kita sangka-sangka sebelumnya. Ada yang masih harus tetap beraktivitas di luar rumah, tapi dengan situasi yang tidak lagi sama. Ada pula yang terpaksa mesti berdiam diri di rumah untuk memutus mata rantai penyebaran virus. Jaga jarak fisik dan sosial ini sungguh memberatkan. Kita yang terbiasa dengan riuh rendah keramaian dipaksa untuk beradaptasi dengan sepi, situasi yang semakin asing di era serba terhubung ini. Lalu kita merasa terasing. Tiba-tiba ada begitu banyak waktu yang entah ingin dihabiskan untuk apa lagi. Tapi bukankah ini waktu yang tepat untuk menemui diri sendiri? Inilah saatnya untuk kita kembali pada apa yang sempat kita tinggalkan, membaca buku misalnya. Mari belajar pada orang-orang di masa lalu, mereka yang sungguh-sungguh berdamai dengan keterasingan lewat jalan merayakan buku. *** Digambarkan dalam banyak riwayat sejarah bahwa para pendiri ban...

Menjaga Hutan, Menghidupkan Adat

Gambar
Pagi di Kampung Yepem baru saja dimulai. Semburat sinar mentari mulai menampakkan diri, menembus dedaun di rimbun pepohonan. K okok ayam dan kicau burung-burung dari hutan sekitar saling bersahutan . Panggilan alam tersebut menjadi semacam alarm yang membangunkan masyarakat Kampung Yepem . Sebelum fajar naik sempurna, akti v itas sudah mulai terlihat di sekeliling kampung; anak-anak mandi di sungai, nelayan mulai menyalakan mesin perahunya – ada pula yang tampak sudah mendayung perahu menuju laut, dan atap-atap rumah yang terbuat dari daun sagu mulai mengepulkan asap dari dapur. Denyut kehidupan masyarakat Kampung Yepem seakan seirama dengan alam sekitarnya. Yepem adalah sebuah kampung yang terletak di Distrik Agats, Kabupaten Asmat, Provinsi Papua. Jaraknya hanya sekitar tiga puluh menit perjalanan dengan menggunakan perahu bermotor dari Kota Agats, ibukota Kabupaten Asmat. Akses yang cukup dekat dengan pusat kabupaten memberi keuntungan sekaligus tantangan tersendiri bagi K...

Asa Perempuan Nelayan Asmat

Gambar
Aktivitas di dermaga Kampung Yepem mulai tampak saat matahari pagi belum muncul sempurna. Mama Hermina dan beberapa mama lainnya terlihat bergerak menuju perahu mereka masing-masing. Ada yang menenteng jaring sambil membawa ember. Sementara yang lain memegang dayung panjang khas Asmat. “Mau menjaring udang ooo”, jawab Mama Hermina yang saya tanya tentang tujuan mereka pagi itu. Setelah mengeluarkan air hujan sisa semalam dari dalam c i  (perahu tradisional masyarakat adat Asmat) mereka mulai bergerak menuju laut. Satu perahu berbentuk panjang tersebut biasanya diisi oleh dua atau tiga orang. Orang yang duduk di bagian depan mendayung untuk menggerakkan perahu. Sementara yang di belakang bertugas sebagai pengendali arah. Tidak berapa lama, mereka sudah sampai di lokasi yang dituju. Sementara anak perempuannya menancapkan batang kayu untuk mengikat perahu, Mama Hermina sibuk menyiapkan jaringnya. Mama-mama yang lain tampak menyebar di beberapa titik. Lokasi tangkap mereka tidak terla...